Jumat, 10 Desember 2021

Analisis Emiten PURA: Jaga Momentum, Urungkan Ekspansi

 

Setelah berada di angka Rp50 selama tiga bulan, dari Juni sampai September 2021, saham emiten PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) kembali bangkit. Tepatnya pada 20 September 2021 sampai sekarang, nilai saham PURA naik dari Rp50 menjadi berkisar antara Rp70 sampai dengan Rp83. Nilai saham dari emiten dengan basis usaha jasa transportasi dan pengangkutan ini memang sempat turun drastis pada bulan Juni 2021 lalu, yaitu dari Rp140 jadi Rp50. Penurunan yang dalam itu terjadi bersamaan dengan laju peningkatan kasus korona di Indonesia yang sangat pesat, bahkan indeks acuan pun ikut terkoreksi.

Nilai saham PURA yang bangkit kembali tidak lepas dari peran Ustadz Yusuf Mansur. Ustadz Yusuf Mansur yang juga merupakan pendiri Paytrend, sebuah konsorsium investasi, membeli saham PURA dengan jumlah besar. Jumlah saham yang dibeli Ustadz Yusuf Mansur memang tidak mencapai 5% dari total saham PURA yang mencapai 5,3 miliar lembar. Meski tidak besar, namun pada hari Ustadz yusuf Mansur “mengumumkan” investasinya di PURA melalui instagram-nya, volume saham PURA yang diperdagangkan mencapai 304 juta lembar saham. Alhasil, saham PURA naik 34%, dari Rp50 menjadi Rp67.

Pada tanggal 10 Desember 2021, nilai saham PURA mencapai Rp76 atau telah menembus moving average 200 yang juga berada di kisaran Rp76. Terlewatinya MA200 menandakan trend penguatan saham segera muncul. Selain melewati MA200, nilai saham PURA juga sudah mendekati price to book value atau PBV-nya, yaitu Rp78.

Alasan Ustadz Yusuf Mansur berinvestasi di perusahaan jasa pengangkutan dan transportasi tersebut, selain dari sisi bisnisnya, adalah karena kepedulian Ustadz yusuf Mansur terhadap sopir truk. Menurut Ustadz Yusuf Mansur, supir truk harus diperhatikan kelangsungan hidupnya karena berkat mereka barang bisa terdistribusikan dengan baik.

Adapun perihal analisis bisnis PURA, ada poin yang menjadi catatan pesimis dan optimis. Catatan pertama adalah catatan pesimis terhadap kinerja perusahaan tahun 2021 ini. Catatan pesimis itu berangkat dari sisi kinerja fundamental perusahaan. Sayangnya, sampai saat ini, pendapatan perusahaan belum diumumkan melalui laporan tahunan maupun laporan keuangan. Informasi terakhir yang dapat diperoleh adalah revenue perusahaan dan net income perusahaan pada Kuartal 1 2020 sampai Kuartal 2 2021. Angka yang diraih oleh perusahaan juga bisa dibilang kurang menggembirakan untuk tahun 2021 ini. Q1 2021 maupun Q2 2021 menunjukkan rasio net profit margin yang stagnan dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya (Tabel 1). Kuartal ketiga dan keempat juga dikhawatirkan akan sama jika selama dua kuartal tersebut perusahaan tidak melakukan efisiensi yang berarti.

Tabel 1 Kinerja Perusahaan

Period

Revenue (juta rupiah)

Net Income (juta rupiah)

Net Margin Ratio

Q2 - 2021

18.581

852

4.6%

Q1 - 2021

40.108

3.883

9.7%

Q4 - 2020

18.409

2.492

13.5%

Q3 - 2020

19.563

-258

-

Q2 - 2020

21.366

902

4.2%

Q1 - 2020

36.617

3.632

9.9%

Sumber: https://www.idnfinancials.com/pura/pt-putra-rajawali-kencana-tbk, diakses 2021

Catatan selanjutnya adalah catatan optimistis terhadap kinerja fundamental perusahaan. Jika ditanya tentang apa yang meyakinkan dari perusahaan ini, maka jawabannya adalah perjalanan perusahaan. Perusahaan PURA ini merupakan perusahaan yang berdiri sudah cukup lama, yaitu dari tahun 1970an. Awal mula bisnis perusahaan adalah jasa angkut tetes tebu. Setelah itu, perlahan namun pasti, perusahaan beranjak kepada jasa angkut olahan kelapa sawit hingga sampai saat ini melayani distribusi aneka barang di Jawa. Perusahaan juga memiliki keunggulan kompetitif, yaitu mitra pengemudi yang handal; teknologi dan sistem IT terbaru; data tersimpan rapi; jangkauan yang luas; dan teknologi terintegrasi dalam bidang logistic. Struktur pendanaan perusahaan juga lebih sehat, terutama setelah perusahaan melaksanakan initial public offering (IPO) pada Januari 2020. Pada tahun 2019, leverage atau rasio liabilitas terhadap asset mencapai 18%. Kemudian setelah IPO, perusahaan memiliki leverage 9%. Struktur asset yang demikian bisa memacu kinerja perusahaan jadi lebih baik.

Saran bagi perusahaan ini adalah untuk mengurungkan niatnya melakukan ekspansinya di luar Jawa. Meski terlihat menggiurkan karena infrastruktur dibangun massif oleh pemerintahan Jokowi, namun risiko berkaitan dengan keamanan dan permintaan masyarakat masih rentan. Strategi yang keliru bisa membuat perusahaan kehilangan kepercayaan investor. Dimana saat ini kepercayaan investor mulai naik kembali.

 

Analisis Emiten PURA: Jaga Momentum, Urungkan Ekspansi

  Setelah berada di angka Rp50 selama tiga bulan, dari Juni sampai September 2021, saham emiten PT Putra Rajawali Kencana Tbk. (PURA) kembal...